PUSPAGA Kab. HSU Hadiri Launching PUSPAGA Nasional

Puspaga Kabupaten Hulu Sungai Utara menghadiri Launching Nasional PUSPAGA oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Ibu Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA. Serta Mengikuti Pelatihan untuk Tenaga Psikolog Puspaga Se- Indonesia di Hotel Onih, Bogor 5-8 eptember 2017.

Dalam Sambutan Beliau Ibu Yohana Yembise Mengatakan bahwa pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak.

“Kegagalan keluarga dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan, disertai lemahnya program pemerintah dalam memberdayakan keluarga tersebut mengasuh dan melindungi anak, akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya,” ungkap Ibu Yohana.

Ibu Yohana melanjutkan, Kemen PPPA menyiapkan program unggulan Puspaga untuk mengatasi masalah ini. Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga.

“Sejak tahun 2016, KPPPA menginisiasi pendirian Puspaga di beberapa daerah dan sampai saat ini sudah ada 18 daerah yang sudah mengimplementasikan Puspaga. Diantaranya yaitu, Surabaya, Solo, Bali, Sawahlunto, dan daerah lainnya. Terdapat 23 Puspaga 2017 daerah yang akan segera mengimplementasikan Puspaga di daerahnya. Momen peluncuran Nasional Puspaga bertujuan untuk meningkatkan awereness/kesadaran terkait program Puspaga dan manfaat dari keberadaan programteraebut, agar masyarakat memiliki pilihan terbaik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan keluarga dan anak. Konsep Puspaga sendiri dibuat seperti ruang keluarga yang nyaman dan dilengkapi dengan ruang bermain anak, sehingga seluruh keluarga Indonesia tertarik untuk berkunjung ke Puspaga. Pada Momen Peluncuran Nasional Puspaga juga diiringi dengan pelatihan untuk penyelenggara Puspaga di setiap program agar kedepannya semakin banyak daerah yang mengimplementasikan program Puspaga,” pungkasnya.

Sementara itu Kabupaten Hulu Sungai Utara Merupakan satu-satunya Kabupaten di Kalimantan Selatan yang mengimplementasikan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) di bawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kabupaten HSU Mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak

Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan berhasil masuk kategori Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diumumkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Malam Penganugerahan KLA yang bertempat di Ballroom Hotel Swiss-Bell Pekanbaru, Riau 22 Juli 2017.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj. Gusti Iskandariah S.Sos,MAP  di Amuntai, Senin mengatakan, keberhasilan HSU Masuk kedalam kategori KLA ini menjadi kado manis untuk Anak-anak yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara.”Boleh dikatakan lebih 60 persen ktiteria yang disyaratkan untuk menjadi Kabupaten Layak Anak sudah kita laksanakan, program kita kedepan adalah melengkapi berbagai kekurangannya,” ujar Gusti.

Gusti mengatakan, persyaratan untuk menjadi KLA mencakup persyaratan SDM pelaksana, Peraturan daerah, kemitraan, kelembagaan dan program yang dilaksanakan meliputi beberapa kluster mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang serta kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus.
Ia mengatakan, semua tahapan kluster sudah dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat sehingga HSU layak menjadi KLA, meski beberapa kekurangan masih perlu dibenahi seperti peningkatan peran dunia usaha, diharapkan pemerintah desa bisa membantu mengalokasikan sebagian dana desa untuk pemenuhan hak anak didesa, seperti ruang bermain anak, puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, rute perjalanan kesekolah yang aman bagi anak dan sebagainya. “Ruang untuk anak mengembangkan kreatifitas, informasi sahabat anak, layanan bagi anak disabilitas, merupakan persyataran lainnya yang juga menjadi PR kita kedepan,” terangnya.

Gusti menerangkan, KLA merupakan pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Beberapa tahun terakhir BPPPA bekerja sama dengan SKPD terkait telah berupaya mewujudkan HSU sebagai KLA.

Melalui program KLA, katanya, beberapa persoalan dibidang kependudukan, kesehatan dan pendidikan sekaligus bisa teratasi seperti penurunan angka kekurangan gizi, pernikahan usia muda, penurunan angka kekerasan pada anak, mengurangi jumlah perokok, penurunan angka kecelakaan lalu lintas dikalangan anak dan lainnya.

Selain Mendapatkan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Hulu Sungai Utara Juga mendapatkan penghargaan untuk Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Bagi Anak Tahun 2017.

Forum Anak Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Raih 2 Penghargaan

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab HSU) meraih 2 penghargaan dalam kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2017  yang dilaksanakan di Hotel EFA Banjamasin pada tanggal 8-9 Juli Kemarin.

Dalam Kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi  Kalimantan selatan 2017 selain penyampaian materi  tentang anak yang disampaikan oleh beberapa narasumber, juga di isi dengan beberapa kegiatan hiburan seperti Outbond, Senam Three Ends, Pentas Seni, dan lain-lain.

Dalam Kegiatan tersebut, Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab. HSU) berhasil mendapatkan 2  penghargaan yaitu sebagai Forum Anak Teraktif dan Pemimpin muda terbaik. Untuk Pemimpin muda terbaik diraih oleh Maulida Ulfah yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab. HSU). Kasi Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA)Ibu Hj. Rusmawardah S.Sos Selaku Pendamping Forum Anak Kab. HSU  menyampaikan bahwa “penghargaan ini di dapat berkat usaha dan kerja keras Forum Anak Itu sendiri kami dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak hanya memberikan motivasi dan fasilitasi untuk kemajuan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Forum Anak Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Mengikuti Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara di bawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tanggal 8 s.d 9 Juli mengikuti kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan bertempat di Hotel Efa Jalan A.Yani Km. 6,5 Pemurus Luar Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan tema ” Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga” . Kegiatan tersebut diikuti oleh 13 Forum Anak Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Jambore Forum Anak juga merupakan rangkaia kegiatan peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan Ibu Hj. Husnul Hatimah, SH, MH dalam sambutannya beliau mengatakan “kegiatan ini sangat bagus untuk mendengarkan keluhan- keluhan dari anak dan mengerti apa solusinya dan ini mengajarkan solidaritas kepada anak-anak daerah kita, serta bersama-sama kita wujudkan perlindungan anak yang bisa dimulai dari keluarga untuk membiasakan menjadi 2P, pelopor dan pelapor.” beliau juga mengharapkan kita harus mengetahui hak-hak anak seperti yang tertuang dalam kebijakan partisipasi anak  UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang  Nomor 23 Tahun 2002.