Arsip Kategori: Tak Berkategori

LOMBA KREASI MEMASAK ITIK ALABIO MERIAHKAN PERINGATAN HARI IBU DI HSU

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kab. HSU menggelar Lomba Kreasi Memasak Itik Alabio dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 yang bertempat di Halama Kantor Bupati Hulu Sungai Utara, Senin 16 Desember Tahun 2019.

Lomba Kreasi Memasak Itik Alabio ini diikuti oleh 24 peserta dari perwakilan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang mana tiap SKPD diwakili oleh 3 (tiga) orang yang diwajibkan semuanya laki-laki, dengan menu satu jenis untuk satu keluarga dan dilengkapi dengan resep serta cara menghidangkannya.

Lomba Kreasi Memasak Itik Alabio ini juga mendatangkan Juri kehormatan yaitu Chef Agus Sasirangan yang pernah menjuarai Master chef Indonesia pada Tahun 2011. Chef Agus sangat antusias sekali untuk melihat Masakan Kreasi Itik Alabio yang merupakan Khas dari Kabupaten Hulu SUngai Utara ini.

” Saya banyak menemukan kreasi yang luar biasa seperti kebab itik, martabak itik, dan paisan itik.” ucap Chef Agus

Tidak mau ketinggalan juga Wakil Bupati Hulu Sungai Utara H. Husairi Abdi dan Sekretaris Daerah Hulu Sungai Utara H. Muhammad Taufik ikut serta dalam Lomba Memasak Kreasi Itik Alabio ini. Keduanya tampak bersemangat mengolah masakan kreasi masing-masing. Dalam Lomba ini Wakil Bupati Hulu Sungai Utara H. Husairi Abdi membuat Kreasi Masakan Itik yang diberi nama Itik Bumbu Pedas MANTAP, sedangkan Sekretaris Daerah Hulu Sungai Utara H. Muhammad Taufik membuat Kreasi Masakan Itik Lada Hitam. (Yordan/DPPPA)

DESA NELAYAN KECAMATAN SUNGAI TABUKAN RAIH PREDIKAT UTAMA PROGRAM DESA P2WKSS DAN KSI TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2019

Acara pengunguman dan penyerahan penghargaan program desa P2WKSS dan KSI oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 12 Desember tahun 2019 bertempat di gedung mahligai Pancasila Banjarmasin. Acara pengunguman dan penyerahan penghargaan P2WKSS dan KSI tersebut juga bertepatan dengan pelaksanaan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Setelah dilakukan evaluasi oleh tim evaluasi program P2WKSS dan KSI Provinsi Kalsel pada tanggal 11 Nopember tahun 2019 kemarin, Akhirnya Desa Nelayan Kecamatan Sungai Tabukan berhasil meraih Predikat Utama sebagai pelaksana pada lomba desa P2WKSS dan KSI Tahun 2019 Tingkat Povinsi Kalimantan selatan. Penyerahan penghargaan lomba P2WKSS dan KSI tahun 2019 diterima langsung oleh kepala Desa Nelayan serta ketua TP PKK Desa Nelayan dan Camat Sungai Tabukan serta ketua TP PKK Kecamatan Sungai Tabukan dan didampingi oleh kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Utara ibu Hj. Gusti Iskandariah, S.Sos, MAP. (Yordan/DPPPA)

JALAN SANTAI PERINGATAN HARI IBU KE 91

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengadakan jalan santai berhadiah dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 tahun 2019 yang bertempat di Kantor Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (8/12).

Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan sangat antusias mengikuti kegiatan jalan santai kali ini, tampak hadir juga Bupati HSU, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Forkopimda, Ketua TP PKK dan Wakil TP PKK, Ketua Dharma wanita Persatuan, seluruh Kepala SKPD, serta organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kegiatan Jalan santai ini dilepas oleh Bupati HSU H. Abdul Wahid, HK yang mengambil start di halaman kantor Bupati HSU terus menuju Jalan Abdul Azis, Anteja, Antasari, kemudian kembali di depan halaman kantor Bupati HSU.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Hulu Sungai Utara (HSU) mengatakan ” Kegiatan Jalan Santai Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara, selain jalan santai akan diadakan juga lomba memasak kreasi itik alabio oleh masing-masing SKPD yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Desember 2019 serta dlanjutkan dengan kegiatan puncak Peringatan Hari Ibu ke 91 tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara pada tanggal 17 desember 2019 .

Sementara itu Bupati HSU H. Abdul Wahid, HK sangat mengapresiasi kegiatan jalan santai ini. Menurutnya kegiatan jalan santai ini akan memotivasi masyarakat untuk melakukan perilaku hidup sehat.

Panitia Jalan Santai juga menyiapkan sejumlah hadiah dan doorprise diantaranya seperti kipas angin, dispenser, kompor gas dan hadiah utama berupa 1 buah mesin cuci bagi peserta yang beruntung. (DPPPPA/Yordan)

Evaluasi Program P2WKSS & KSI Desa Nelayan

Evaluasi program P2WKSS dan KSI tingkat Prov Kalsel tahun 2019 yg dipusatkan di desa nelayan kec.sei tabukan kab hsu dipusatkan dihalaman kantor kepala desa nelayan jari senin tanggal 11 nopember 2019 yg dihadiri langsung oleh wakil bupati,asisten 1,asisten 2,kepala DP3A,kesehatan,pendidikan,pertanian,ketahanan pangan,DPMD,camat sei tabukan,para kepala desa se kec sei tabukan,ketua tp pkk se kec sei tabukan serta undangan lainnya.

Dalam laporannya ketua panitia sekaligus ketua tp pkk desa nelayan kec sei tabukan ibu salihah mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan tim evaluasi dari prov kalsel maupun dari kab hsu kedesa mereka didesa nelayan,dalam sambutannya ketua tp pkk desa nelayan mengucapkan terima kasih juga kepada tp pkk kecamatan sei tabukan atas sosialisasi serta pembinaan kepada mereka terkhusus lagi kepada DP3A kab hsu yang selalu tak bosan-bosannya memberikan pembinaan,arahan,saran dan masukan terhadap pembinaan terhadap peningkatan pemberdayaan perempuan didesa mereka,hal ini terbukti dengan terbentuknya kelompok desa perempuan indonesia maju mandiri yang disingkat dengan desa PRIMA ini terbentuk dan binaan langsung dari dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak kab hsu yang telah mengadakan pembinaan selama 15 hari kepada kader-kader pkk serta ibu-ibu didesa seperti pelatihan menjahit hal ini terbukti dengan adanya keberhasilan ibu-ibu dalam membuat baju seragam sekolah dan rompi,dari hasil olahan mereka ini dibeli oleh pedagang2 seragam sekolah yg ada dikecamatan mereka ataupun kecamatan lainnya untuk dijual kembali kepasar,hal ini membuat dampak yg sangat positif terhadap ibu-ibu didesa nelayan dalam ikut serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,disamping menjahit DP3A juga memberikan pelatihan pembuatan amplang yg berbahan walut kepada ibu-ibu didesa nelayan ini,selain pembinaan pelatihan dinas pemberayaan perempuan perlindungan anak kab hsu juga memberikan soaialisasi mengenai pola asuh anak yg baik dan benar serta pencegahan pernikahan anak usia dini.

 

Ir Titik Haryanti,M.P dalam sambutannya selaku ketua tim evaluasi program p2wkss san ksi prov kalsel tahun 2019 mengharapkan agar bapak-bapak serta ibu-ibu dan juga semua stekholder yg berkaitan langsung agar benar-benat ikut berperan aktif dan mendukung atas kegiatan yang telah dilakukan,terlebih lagi diharapkan kepada ibu-ibu untuk bisa mengembangkan kreatifitas serta inovasinya sehingga dapat lebih mendorong serta membantu pembangunan yg ada dideaa mereka,diharapkan kepada ibu kalau ada inovasi segera disampaikan didalam forum rapat desa sehingga dapat terakomodir setiap inovasi yg ada didesa nelayan ini.

Wakil bupati hsu H.Husairi abdi,Lc dalam kesempatan kegiatan ini mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim evaluasi program P2WKSS dan KSI atas kedatangannya ke kab hsu khususnya ke desa nelayan kec sei tabukan ini terhadap pembinaan,monitoring serta evaluasi program p2wkss dan ksi desa nelayan,husairi berharap mudah-mudahan dengan adanya monitoring maupun evaluasi ini dapat meningkatkan peran serta kaum wanita dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga dan juga mendorong terwujudnya kecamatan sayang ibu khususnya desa nelayan.

PUSPAGA ” AGUNG BERSERI” LAKUKAN KEGIATAN SOSIALISASI KONVENSI HAK ANAK

PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) “Agung Berseri” Kab. Hulu Sungai Utara Melakukan Sosialisasi Tentang Konvensi Hak Anak (KHA)  ke Tiap Desa Di Kecamatan yang ada di kabupaten Hulu Sungai Utara. Sosialisasi ini dimulai pada tanggal 20 Juni Tahun 2019 di Desa Tabalong Mati Kecamatan  Amuntai Utara dan berakhir pada Tanggal 2 Juli Tahun  2019 di Desa Sungai Tabukan Kecamatan Sungai Tabukan.

Narasumber Kegiatan Sosialisasi ini terdiri dari Konselor Puspaga Agung berseri Kab. HSU yaitu Ibu Hardiyanti Rahmah, M.Psi, Psikolog yang Menyampaikan Materi Tentang Pola Pengasuhan Anak , Selanjutnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Hulu Sungai Utara Bapak H.M. Sid Masrawan, Lc, MA yang menyampaikan Materi Tentang Pencegahan Pernikahan Usia Anak, dan yang terakhir Kepala Bagian Hukum (Kabag) Setda Kab. Hulu Sungai Utara Menyampaikan Materi Tentang Undang – undang (UU) Perlindungan Perempuan dan Anak.

 

Advokasi Model Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas se- Kabupaten Hulu Sungai Utara

Amuntai – Guna mewujudkan Kabupaten Layak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menggelar kegiatan Advokasi Model Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas se-Kabupaten HSU, Kamis (28/9).

Acara yang bertempat di Aula Hotel Balqis ini didasari atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang diantaranya juga bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pemenuhan hak kesehatan atas anak, serta bagaimana langkah-langkah membangun Puskesmas yang ramah anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala DP3A HSU Hj. Gusti Iskandariah dalam pembukaan acara.

“Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, diharapkan semua Puskesmas di Hulu Sungai Utara sudah ramah anak”, ujar Gusti Iskandariah.

Sementara itu, Plt. Seketaris Daerah Kabupaten HSU drh. H.Suyadi dalam sambutannya mengatakan, orang tua berperan penting dalam memberikan pengawasan terhadap anak, baik di tingkat lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah agar terhindar dari berbagai ancaman khususnya Narkoba.

Selain itu, dalam sambutan tertulis Bupati HSU yang juga dibacakan oleh Plt Sekda HSU mengatakan, melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan pemerintah tentang pemenuhan hak kesehatan anak melalui pengembangan Puskesmas layak anak.

“Melalui program ini pula diharapkan segala hak anak dapat terpenuhi, baik sejak di dalam kandungan maupun pada masa-masa tumbuh kembangnya, sehingga menghasilkan anak-anak yang berkualitas”, lanjut Suyadi.

Acara ini diisi dengan penjelasan pemahaman menuju Puskesmas Layak Anak oleh pemateri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Hendra Jamal’s, Shanez Alamudi dan Ratnawati. Para peserta pun aktif mengikuti tanya jawab.

Disamping diikuti oleh 15 perwakilan Puskesmas se-Kabupaten HSU, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Bappelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PKK, BNN Kabupaten, Kantor Kemenag, Komisi Perlindungan Anak, dan Lembaga Swadaya Masyarakat Kabupaten HSU.

PUSPAGA Kab. HSU Hadiri Launching PUSPAGA Nasional

Puspaga Kabupaten Hulu Sungai Utara menghadiri Launching Nasional PUSPAGA oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Ibu Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA. Serta Mengikuti Pelatihan untuk Tenaga Psikolog Puspaga Se- Indonesia di Hotel Onih, Bogor 5-8 eptember 2017.

Dalam Sambutan Beliau Ibu Yohana Yembise Mengatakan bahwa pengasuhan memegang peran yang sangat penting dalam sebuah keluarga dan akan menentukan baik buruknya karakter seorang anak kelak.

“Kegagalan keluarga dalam menjalankan tanggung jawab pengasuhan, disertai lemahnya program pemerintah dalam memberdayakan keluarga tersebut mengasuh dan melindungi anak, akan menyebabkan anak berada dalam kondisi rentan dan berisiko mengalami kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya,” ungkap Ibu Yohana.

Ibu Yohana melanjutkan, Kemen PPPA menyiapkan program unggulan Puspaga untuk mengatasi masalah ini. Puspaga adalah bentuk layanan pencegahan di bawah koordinator Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam meningkatkan kehidupan keluarga dan ketahanan keluarga.

“Sejak tahun 2016, KPPPA menginisiasi pendirian Puspaga di beberapa daerah dan sampai saat ini sudah ada 18 daerah yang sudah mengimplementasikan Puspaga. Diantaranya yaitu, Surabaya, Solo, Bali, Sawahlunto, dan daerah lainnya. Terdapat 23 Puspaga 2017 daerah yang akan segera mengimplementasikan Puspaga di daerahnya. Momen peluncuran Nasional Puspaga bertujuan untuk meningkatkan awereness/kesadaran terkait program Puspaga dan manfaat dari keberadaan programteraebut, agar masyarakat memiliki pilihan terbaik untuk menyelesaikan berbagai permasalahan keluarga dan anak. Konsep Puspaga sendiri dibuat seperti ruang keluarga yang nyaman dan dilengkapi dengan ruang bermain anak, sehingga seluruh keluarga Indonesia tertarik untuk berkunjung ke Puspaga. Pada Momen Peluncuran Nasional Puspaga juga diiringi dengan pelatihan untuk penyelenggara Puspaga di setiap program agar kedepannya semakin banyak daerah yang mengimplementasikan program Puspaga,” pungkasnya.

Sementara itu Kabupaten Hulu Sungai Utara Merupakan satu-satunya Kabupaten di Kalimantan Selatan yang mengimplementasikan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) di bawah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Penyuluhan Advokasi Pengarusutamaan Anak

 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melakukan Penyuluhan Advokasi Pengarusutamaan Anak bertempat di Aula Kecamatan Amuntai Tengah, Senin (28/8).

Kegiatan yang mengambil tema Pencegahan KDRT dan Pemberdayaan Perempuan ini menghadirkan narasumber Dr. Boerhanuddin Phanago, motivator nasional pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Sosialisasi ini dilaksanakan mengingat bahwa pada dasarnya sejak lahir manusia telah memiliki hak untuk hidup yang melekat sebagai wujud keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Salah satunya adalah bebas dari penyiksaan maupun tindak kekerasan.

Menurut Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DPPA HSU Dra. Hernani, M.AP sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pembaharuan metode pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan juga pencegahan potensi KDRT sejak dini dengan perekrutan 50 orang calon tutor. Kegiatan ini juga sekaligus melakukan pelantikan dan pembekalan pengetahuan terhadap perempuan di desa/kelurahan se Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diperlukan dalam menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan khususnya KDRT.

“Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, angka kejadian perceraian dan KDRT di Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk tahun 2016 sebanyak 413 kejadian dan tahun 2017 hingga bulan Juli sebanyak 295 kejadian”, kata Hernani.

Dalam materinya Dr. Boerhanuddin Phanago, motivator nasional pada Kementerian PPPA menjelaskan bahwa perempuan harus melakukan tugas perempuan yaitu melayani suami yang dicintai.

“Sayangi suami anda sepenuh hati. Bersoleklah setiap hari untuk suami saat dirumah. Jadilah seorang istri yang mengurus kebutuhan anak dan suami. Jadilah seorang istri sebagai guru besar untuk anaknya dan srikandi yang kuat dalam rumah tangganya sendiri”, kata Boerhanuddin.

Menurut Boerhanuddin sekarang kita tidak mencari dimana salahnya. Yang jelas kita harus menyadari permasalahan perempuan ini bukan permasalahan kecil, tapi permasalahan besar dalam negara dan itu adalah permasalahan kita bersama yang harus kita tuntaskan secara bersama-sama.

“Kerja bahu-membahu untuk menuntaskan permasalahan perempuan ini dengan motto yang sama “Peduli Perempuan di Negeri ini”, lanjut Boerhanuddin.

Melalui sosialisasi ini juga dilakukan perekrutan terhadap 50 orang calon tutor dan sekaligus melantik dan memberikan bekal pengetahuan terhadap perempuan di desa dan kelurahan se Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten HSU Mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak

Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan berhasil masuk kategori Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diumumkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Malam Penganugerahan KLA yang bertempat di Ballroom Hotel Swiss-Bell Pekanbaru, Riau 22 Juli 2017.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj. Gusti Iskandariah S.Sos,MAP  di Amuntai, Senin mengatakan, keberhasilan HSU Masuk kedalam kategori KLA ini menjadi kado manis untuk Anak-anak yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara.”Boleh dikatakan lebih 60 persen ktiteria yang disyaratkan untuk menjadi Kabupaten Layak Anak sudah kita laksanakan, program kita kedepan adalah melengkapi berbagai kekurangannya,” ujar Gusti.

Gusti mengatakan, persyaratan untuk menjadi KLA mencakup persyaratan SDM pelaksana, Peraturan daerah, kemitraan, kelembagaan dan program yang dilaksanakan meliputi beberapa kluster mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang serta kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus.
Ia mengatakan, semua tahapan kluster sudah dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat sehingga HSU layak menjadi KLA, meski beberapa kekurangan masih perlu dibenahi seperti peningkatan peran dunia usaha, diharapkan pemerintah desa bisa membantu mengalokasikan sebagian dana desa untuk pemenuhan hak anak didesa, seperti ruang bermain anak, puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, rute perjalanan kesekolah yang aman bagi anak dan sebagainya. “Ruang untuk anak mengembangkan kreatifitas, informasi sahabat anak, layanan bagi anak disabilitas, merupakan persyataran lainnya yang juga menjadi PR kita kedepan,” terangnya.

Gusti menerangkan, KLA merupakan pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Beberapa tahun terakhir BPPPA bekerja sama dengan SKPD terkait telah berupaya mewujudkan HSU sebagai KLA.

Melalui program KLA, katanya, beberapa persoalan dibidang kependudukan, kesehatan dan pendidikan sekaligus bisa teratasi seperti penurunan angka kekurangan gizi, pernikahan usia muda, penurunan angka kekerasan pada anak, mengurangi jumlah perokok, penurunan angka kecelakaan lalu lintas dikalangan anak dan lainnya.

Selain Mendapatkan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Hulu Sungai Utara Juga mendapatkan penghargaan untuk Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Bagi Anak Tahun 2017.

Forum Anak Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Raih 2 Penghargaan

Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab HSU) meraih 2 penghargaan dalam kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tahun 2017  yang dilaksanakan di Hotel EFA Banjamasin pada tanggal 8-9 Juli Kemarin.

Dalam Kegiatan Jambore Forum Anak Tingkat Provinsi  Kalimantan selatan 2017 selain penyampaian materi  tentang anak yang disampaikan oleh beberapa narasumber, juga di isi dengan beberapa kegiatan hiburan seperti Outbond, Senam Three Ends, Pentas Seni, dan lain-lain.

Dalam Kegiatan tersebut, Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab. HSU) berhasil mendapatkan 2  penghargaan yaitu sebagai Forum Anak Teraktif dan Pemimpin muda terbaik. Untuk Pemimpin muda terbaik diraih oleh Maulida Ulfah yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Kab. HSU). Kasi Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA)Ibu Hj. Rusmawardah S.Sos Selaku Pendamping Forum Anak Kab. HSU  menyampaikan bahwa “penghargaan ini di dapat berkat usaha dan kerja keras Forum Anak Itu sendiri kami dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak hanya memberikan motivasi dan fasilitasi untuk kemajuan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Hulu Sungai Utara.